Sabtu, 08 September 2012

Ngelawang


Setiap perayaan hari raya Galungan & Kuningan yang jatuh enam bulan sekali, anak anak di Bali melakukan ritual khusus bernama barong ngelawang.
Mereka terdiri dari bocah SD yang masih berumur sekitar 12 tahun. Saat ngelawang itu mereka mengenakan pakaian khusus, terdiri dari destar dan kain panjang serta kaos oblong.
Beberapa anak menabuh gamelan, sisanya menarikan barong dan topeng. Ngelawang termasuk pementasan minimalis, tak ada gamelan seperti untuk pengiring tari legong, barongnya pun hanya terdiri dari topeng yang rahangnya bisa digerakkan. Kemudian ada bulu bulu dari sejenis pandan yang dikeringkan di lehernya. Sedangkan badan sang barong ngelawang terbuat dari kain loreng mirip bulu macan.

Pada hari raya Galungan dan Kuningan, sedari pagi sampai senja hari barong ngelawang ini bisa kita saksikan keluar masuk kampung. Di masa lampau dipercaya, barong ngelawang bisa mengusir hama penyakit, mengusir wabah dan sejenisnya. Sekarang anak anak menggunakannya untuk mengisi waktu libur di hari raya. Sistem ngelawang biasanya mendatangi setiap rumah warga (door to door). Setiap rumah yang dikunjungi barong ngelawang menyiapkan sesajen berupa canang yang diberi sesari atau uang diatasnya. Ada yang mengisinya dengan 5000 rupiah saja tapi ada juga yang sampai 10.000 rupiah. Untuk pentas di setiap rumah yang mereka masuki setidaknya 3 tarian yang mereka persembahkan. Pertama sang penari bertopeng akan bercanda dengan barong, kemudian barong beraksi dengan menggerakkan mulutnya, kemudian mereka melakukan gerakan manis mengambil sesari yang diberikan oleh tuan rumah. 
1329736310382007601
Di desa-desa seperti Ubud, Payangan, Sibang yang merupakan pusat barong ngelawang di Bali. Kehadirannya malahan sudah berlangsung sejak seminggu sebelum hari raya. Kelompok ngelawang di tempat itu tak hanya berkeliling keluar masuk rumah di kampung asalnya tapi juga ngelawang sampai ke Kuta, Sanur dan Nusa Dua.
Di tempat wisata itu memang tidak ada kelompok barong ngelawang, tapi penduduknya tentu merindukan kehadiran kesenian yang bersahaja ini.
“Ngelawang ke tempat wisata semacam itu tidak dilakukan setiap saat, bisa tiga tahun sekali, karena perjalanannya jauh, harus menyewa kendaraan pengangkut pengiring dan penari,” tutur Wayan Sadra, ketua barong ngelawang di Sibang Bali.
Mereka beranggapan penduduk yang tidak ada barong ngelawangnya juga berhak menikmati suasana barong yang gemulai keluar masuk rumah untuk mengusir wabah penyakit. Disetiap jalan yang mereka lewati terutama di kawasan wisata, yang menyambut barong ngelawang bukan hanya penduduk tapi juga wisatawan yang berkunjung pada hari itu. Walaupun kerapkali menyaksikan tarian barong keris di Batubulan, barong ngelawang di hari raya Galungan dan Kuningan memberikan nuansa yang lain dari biasanya. (berbagai sumber)

1 komentar:

raisahaasl mengatakan...

Peking Las Vegas Casino & Hotel - Mapyro
Mapyro's casino features a full-service 하남 출장샵 spa, and 광주광역 출장샵 a wellness center. You 용인 출장마사지 can get in touch with the local 남양주 출장안마 team 제주 출장안마 and see the room.

Posting Komentar